Petuah

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ "Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan" - Imam Syafi'i ___ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ Al Mujadalah ayat 11: Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat

Monday, January 15, 2024

Manasik Haji MTs Muhammadiyah 19 Surabaya


Manasik Haji adalah serangkaian tindakan  yang dilakukan oleh jamaah haji dalam rangka menunaikan ibadah haji. Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik, finansial, dan mental untuk melaksanakannya setidaknya sekali seumur hidup.

Manasik Haji mencakup beberapa tahap yang harus dilalui oleh jamaah haji, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan hingga saat kembali dari Tanah Suci. Beberapa tahap utama dari Manasik Haji meliputi:

  1. Ihram: Jamaah haji memasuki keadaan ihram di miqat (tempat tertentu yang ditentukan) dengan niat haji. Pada saat ini, mereka mengenakan pakaian ihram yang sederhana dan menahan diri dari beberapa aktivitas dan perilaku tertentu.
  2. Wuquf di Arafah: Jamaah haji melakukan wuquf (berdiri) di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ini merupakan bagian terpenting dari ibadah haji.
  3. Mabit di Muzdalifah: Setelah wuquf di Arafah, jamaah haji bermalam di Muzdalifah dan mengumpulkan batu untuk melaksanakan ritual Jumrah.
  4. Lontar Jumrah: Melempar jumrah (tiga tiang lempar setan) sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan.
  5. Tawaf : Setibanya di Makkah, jamaah haji melaksanakan tawaf (mengelilingi Ka'bah) yang disebut Tawaf  sebagai bagian dari ritus haji.
  6. Sai: berlari kecil antara bukit Safa dan Bukit Marwa
  7. Tahallul: Jamaah haji mencukur atau memotong rambut sebagai tanda bahwa mereka telah menyelesaikan ibadah haji.
  8. Tawaf Wada: Tawaf perpisahan sebelum kembali ke kampung halaman.

Manasik Haji didasarkan pada perbuatan dan tindakan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim (Abraham) dan keluarganya. Ini mengandung nilai-nilai spiritual, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah. Melaksanakan Manasik Haji dengan penuh kesadaran dan keikhlasan adalah tujuan utama dari ibadah ini.







 

Tuesday, January 9, 2024

Rapat Dinas Awal Semester








السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mengharap kehadiran Bapak/Ibu Guru, untuk hadir pada :
Hari, tanggal : Rabu, 03 Januari 2023 ( hari ini )
Jam : 15.00 wib ( Ba'da ashar )
Agenda : Rapat Dinas
Tempat : cafe joglo jl. Wijaya Kusuma No.28, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur

Demikian Undangan dari kami, atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته




Hormat kami

Supriyanto

Saturday, January 6, 2024

Penerimaan Rapor MTs Muhammadiyah 19 Surabaya Semester Ganjil 2023-2024







Acara penerimaan rapot peserta didik oleh orang tua merupakan momen penting di sekolah. Acara ini memberikan kesempatan bagi orang tua untuk bertemu dengan guru-guru dan mendiskusikan perkembangan serta prestasi anak mereka dalam proses belajar.

Acara penerimaan rapot ini diadakan setelah guru-guru menyelesaikan penilaian semester atau tahunan. Di acara tersebut, guru akan memberikan rapot yang berisi nilai-nilai anak serta komentar tentang perkembangan mereka dalam berbagai mata pelajaran. Orang tua dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya kepada guru tentang hal-hal yang perlu diperbaiki atau dipertahankan untuk membantu anak mereka belajar lebih baik.

Selain itu, acara ini juga bisa menjadi waktu yang baik bagi orang tua untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan sekolah, proyek-proyek yang akan datang, serta cara terbaik untuk mendukung anak dalam perjalanan pendidikannya. 

Wednesday, December 13, 2023

Visi Indonesia Digital (VID) 2045

 




Latar Belakang: Dalam mencapai aspirasi Indonesia menjadi salah satu dari 5 negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi di dunia pada tahun 2045, penguasaan teknologi digital secara tepat menjadi kunci Perkembangan teknologi ke depan berpeluang memberikan keuntungan ekonomi sebesar - besarnya bagi negara yang dapat memanfaatkannya dengan baik, sehingga berbagai negara tengah menyiapkan strategi masing-masing Indonesia pun perlu segera memantapkan arah dan strategi memanfaatkan teknologi untuk penguatan ekonomi dan keluar dari middle- income-trap Di lain sisi, penerapan teknologi digital juga datang bersama tantangan dan ancaman serius, antara lain terkait digital sovereignity, disrupsi pada lapangan pekerjaan, ketergantungan teknologi, hingga erosi nilai budaya dan pancasila Untuk menghadapinya, diperlukan sinergi langkah seluruh pemangku kepentingan, yaitu pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, dan entitas masyarakat Penyusunan Visi Indonesia Digital (VID) 2045 ditujukan untuk menjadi rekomendasi arah ke depan agar tiap entitas pemangku kepentingan dapat menyusun strategi yang tepat pada sektornya masing- masing tetapi tetap searah mendukung perwujudan cita- cita bersama.

D Kondisi Saat Ini: Dalam memformulasikan strategi ke depan, refleksi terhadap kondisi saat ini menunjukkan masih terdapat berbagai isu yang perlu diatasi, baik dalam konteks nasional maupun kewilayahan dengan melihat berbagai aspek, dimulai dari infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ekosistem pendukung, hingga aspek sosial budaya Sangat penting untuk membatasi kondisi saat ini yang perlu di-highlight dengan pertimbangan arah digital ke depan yang ingin disasar dan difokuskan, termasuk perspektif sektoral yang menjadi prioritas pembangunan ke depan

Dalam satu dekade terakhir, Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam kemajuan transformasi digital. Akan tetapi, permasalahan infrastruktur digital yang belum merata, konektivitas yang kurang stabil, dan pelambatan penetrasi jaringan next-generation masih menjadi isu utama dalam transformasi digital nasional. Selain itu, pada sisi ekosistem digital, kurangnya inovasi digital dan dominasi global tech-giants menyebabkan Indonesia masih berada pada level konsumen teknologi. Situasi menjadi lebih sulit karena sinkronisasi pembangunan infrastruktur dan ekosistem digital dari pusat hingga ke daerah berjalan kurang efektif.

Saturday, December 2, 2023

Ekstrakurikuler Liang Liong Tampil di Rakernas IPM







Tari Liang Liong adalah tarian tradisional yang berasal dari budaya Tionghoa di Indonesia. Tarian ini sering dipentaskan dalam berbagai festival budaya atau acara perayaan Tionghoa seperti perayaan Imlek atau Cap Go Meh. Tari Liang Liong melibatkan gerakan-gerakan yang dramatis dan dinamis yang dilakukan oleh sekelompok penari yang mengenakan kostum tradisional.

Ciri Khas Tari Liang Liong:

  • Kostum dan Properti: Penari biasanya mengenakan kostum naga atau singa berwarna-warni yang terbuat dari kain dan dekorasi yang cerah. Kostum ini biasanya dilengkapi dengan atribut seperti kaki dan kepala naga atau singa palsu.
  • Musik Tradisional: Tarian ini diiringi oleh musik tradisional Tionghoa seperti musik gong, drum, gendang, dan alat musik lainnya yang menciptakan irama yang dinamis dan semangat.
  • Gerakan-Gerakan Khas: Tari Liang Liong melibatkan gerakan-gerakan yang kuat, lincah, dan koordinasi yang baik antara beberapa penari yang membentuk naga atau singa. Gerakan-gerakan ini mencerminkan keberanian, kekuatan, dan kegembiraan.

Makna dan Tujuan:

  • Membawa Keberuntungan: Tarian ini dipercaya membawa keberuntungan, keberhasilan, dan kebahagiaan bagi komunitas yang menyaksikannya.
  • Simbolisme Budaya: Naga atau singa dalam tarian ini sering dianggap sebagai simbol kekuatan, kesuksesan, dan perlindungan dalam budaya Tionghoa.

Pentingnya Komunitas:

  • Tari Liang Liong umumnya dipentaskan oleh sekelompok penari yang bekerja sama secara terkoordinasi. Ini menunjukkan pentingnya kerjasama dan kebersamaan dalam budaya Tionghoa.

Tari Liang Liong tidak hanya memamerkan keindahan gerakan tarian, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan budaya dan nilai-nilai penting dalam komunitas Tionghoa di Indonesia.





 

Monday, November 20, 2023

PKKM ( penilaian kinerja kepala madrasah/sekolah) tahun ke II




 Penilaian kinerja kepala madrasah melibatkan evaluasi terhadap berbagai aspek kinerja kepala madrasah dalam mengelola lembaga pendidikan Islam. Penilaian ini mencakup berbagai hal, seperti kepemimpinan, manajemen, peningkatan mutu pendidikan, hubungan dengan staf dan siswa, serta pencapaian tujuan-tujuan pendidikan.

Beberapa Aspek yang Dinilai dalam Penilaian Kinerja Kepala Madrasah:

  1. Kepemimpinan dan Manajemen:

    • Visi dan Strategi: Sejauh mana kepala madrasah memiliki visi yang jelas dan strategi untuk mencapai tujuan pendidikan.
    • Kemampuan Manajerial: Bagaimana kepala madrasah mengelola sumber daya, anggaran, dan administrasi sekolah.
  2. Kualitas Pendidikan:

    • Peningkatan Akademik: Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi akademik siswa serta kualitas pembelajaran di madrasah.
    • Pengembangan Kurikulum: Bagaimana kepala madrasah mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan standar pendidikan.
  3. Keterlibatan dengan Stakeholder:

    • Hubungan dengan Guru dan Staf: Bagaimana kepala madrasah membangun hubungan yang baik dengan staf dan guru serta memotivasi mereka.
    • Keterlibatan dengan Orang Tua dan Masyarakat: Sejauh mana kepala madrasah melibatkan orang tua dan masyarakat dalam kegiatan madrasah.
  4. Inovasi dan Peningkatan Berkelanjutan:

    • Inovasi Pendidikan: Upaya kepala madrasah dalam menerapkan inovasi pendidikan dan teknologi dalam proses belajar-mengajar.
    • Peningkatan Berkelanjutan: Bagaimana kepala madrasah terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan kinerja madrasah.

Metode Penilaian:

  • Evaluasi Kinerja: Dilakukan melalui evaluasi reguler yang melibatkan observasi, penilaian dari berbagai pihak terkait, dan pengukuran pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
  • Penilaian 360 Derajat: Melibatkan masukan dari berbagai stakeholder seperti guru, staf, siswa, orang tua, dan masyarakat untuk mendapatkan pandangan yang komprehensif tentang kinerja kepala madrasah.

Penilaian kinerja kepala madrasah sangat penting untuk memastikan kepemimpinan yang efektif, pengelolaan yang baik, dan peningkatan berkelanjutan dalam lembaga pendidikan Islam. Ini membantu mendukung perbaikan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.

Thursday, November 16, 2023

Pembelajaran Transformasi Geometri di Kelas IX



Transformasi berarti perubahan dan geometri berkaitan dengan suatu bangun, garis, titik, dan pengukurannya. Transformasi geometri adalah perubahan posisi dan ukuran suatu benda atau objek pada bidang geometri seperti garis, titik, maupun kurva.

Oleh karena berkaitan dengan garis dan titik, maka transformasi geometri ini bisa dituliskan dalam bentuk koordinat Cartesius maupun matriks.

Transformasi geometri dibagi menjadi empat jenis, yaitu translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi

 



Tuesday, November 7, 2023

JUARA LDKS



 Latihan dasar kepemimpinan siswa adalah serangkaian kegiatan, pelatihan, atau program yang dirancang khusus untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan pada siswa. Program semacam ini bertujuan untuk membantu siswa menjadi pemimpin yang efektif, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, mampu bekerja dalam tim, mengelola konflik, dan mengambil inisiatif.

Beberapa Aspek dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa:

  1. Keterampilan Komunikasi:

    • Kemampuan Berbicara: Melatih siswa untuk berbicara di depan umum, menyampaikan ide dengan jelas, dan berkomunikasi secara efektif.
    • Keterampilan Mendengarkan: Mempelajari pentingnya mendengarkan dengan baik terhadap pendapat dan ide orang lain.
  2. Kemampuan Manajerial:

    • Pengelolaan Waktu: Membantu siswa mengatur waktu mereka dengan baik antara tugas-tugas akademik, kegiatan ekstrakurikuler, dan tanggung jawab lainnya.
    • Keterampilan Manajemen Tim: Mengajarkan bagaimana membentuk tim, memimpin, dan bekerja sama dengan anggota tim untuk mencapai tujuan bersama.
  3. Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan:

    • Kemampuan Analisis: Mengajarkan cara menganalisis situasi, mengevaluasi berbagai solusi, dan membuat keputusan yang tepat.
    • Pemecahan Konflik: Belajar cara mengelola konflik dengan bijaksana dan mencari solusi yang adil.
  4. Kepemimpinan Berbasis Nilai:

    • Etika Kepemimpinan: Memahami pentingnya memimpin dengan integritas, kejujuran, dan nilai-nilai moral yang kuat.
    • Kepemimpinan Berkelanjutan: Mengajarkan konsep kepemimpinan yang berkelanjutan, bukan hanya selama masa jabatan tertentu.
  5. Pengembangan Diri:

    • Kesadaran Diri: Mendorong siswa untuk mengenal diri sendiri, mengenali kekuatan dan kelemahan mereka sebagai pemimpin.
    • Pengembangan Potensi: Mendorong siswa untuk selalu meningkatkan diri, belajar dari pengalaman, dan terus mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka.

Latihan dasar kepemimpinan siswa dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, lokakarya, program mentoring, proyek kolaboratif, atau kegiatan ekstrakurikuler yang didesain untuk mengasah keterampilan kepemimpinan. Hal ini tidak hanya mempersiapkan siswa menjadi pemimpin di masa depan, tetapi juga membantu mereka menjadi individu yang lebih tangguh dan berkontribusi positif dalam masyarakat.