Petuah

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ "Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan" - Imam Syafi'i ___ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ Al Mujadalah ayat 11: Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat

Sunday, June 20, 2021

Tiga Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir

 



Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Manfaat dari hadits di atas:

Jika manusia itu mati, amalannya terputus. Dari sini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia. Allah menjadikan hamba sebab sehingga setelah meninggal dunia sekali pun ia masih bisa mendapat pahala, inilah karunia Allah. Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:

a. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.

b. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

c. Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

Nalanda The Pride of Education Award 2021 by IDYMF

 IDYMF Gelar Virtual Nalanda, The Pride of Education Award 2021 – Gelora Jatim


Gelorajatim.com – IDYM Foundation is a foundation in India that focuses on space and earth activities. This foundation empowers the minds of the young generation to unlock hidden talents and potentials, empowers imagination, instills independence and how the young generation is reliable in achieving positive goals. Igniting Dreams Of Young Minds Foundation, an educational platform for every young soul aimed at the entire community of students from any schools and colleges around the world.

On June 18, 2021, the IDYM Foundation gave another award to Raden Roro Martiningsih, a teacher from SMP Muhammadiyah Surabaya, as the only educator from Indonesia to receive this prestigious award. While this activity was attended by 50 countries and 350 educational activists who received awards. IDYM hosted the successful 2021 Nalanda The Pride of Education Award virtual event. More than 700 people attended this virtual award ceremony, where 350 people from all over the world were awarded the award.

Ravi Shankar Kumar, Founder Engineer of IDYMF said that I am proud to organize the award ceremony on behalf of Nalanda. He explained, Nalanda has done a job educating the whole world and today the award was given in Nalanda's name, as a form of knowledge heritage for the world community, Sunday (20/6/2021). Added, Ravi that many people participated in this award ceremony. we thank everyone from the bottom of our hearts. The awards ceremony is completely virtual and people from over 50 countries participate, where we honor the 350 awardees.


Gelorajatim.com – IDYM Foundation merupakan yayasan di India yang berfokus pada kegiatan antariksa dan bumi. Yayasan ini memberdayakan pikiran generasi muda untuk membuka bakat dan potensi terpendam, memberdayakan imajinasi, menanamkan kemandirian serta bagaimana generasi muda handal dalam mencapai tujuan positif. Igniting Dreams Of Young Minds Foundation, sebuah platform pendidikan untuk setiap jiwa muda yang ditujukan bagi seluruh komunitas siswa dari sekolah dan perguruan tinggi mana pun di seluruh dunia.


Pada tanggal 18 Juni 2021, IDYM Foundation kembali memberikan penghargaan kepada Raden Roro Martiningsih guru dari SMP Muhammadiyah Surabaya, sebagai satu-satunya pendidik dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan bergengsi ini. Sementara kegiatan ini diikuti oleh 50 negara dan 350 penggiat pendidikan yang mendapatkan penghargaan. IDYM menyelenggarakan acara virtual Nalanda The Pride of Education Award 2021 yang sukses. Lebih dari 700 orang menghadiri upacara penghargaan virtual ini, dimana 350 orang dari suluruh dunia mendapatkan anugerah tersebut.


Ravi Shankar Kumar, Founder Engineer IDYMF mengatakan bahwa saya bangga menyelenggarakan upacara penghargaan atas nama Nalanda. Dia menjelaskan, Nalanda telah melakukan pekerjaan mendidik seluruh dunia dan hari ini penghargaan diberikan atas nama Nalanda, sebagai wujud warisan ilmu pengetahuan bagi masyarakat dunia, Minggu (20/6/2021). Menambahkan, Ravi bahwa banyak orang berpartisipasi dalam upacara penghargaan ini. kami berterima kasih kepada semua orang dari lubuk hati terdalam. Upacara penghargaan ini sepenuhnya virtual dan orang-orang dari lebih dari 50 negara berpartisipasi, dimana kami menghormati 350 orang yang mendapatkan penghargaan.











Friday, April 23, 2021

Peringatan Hari Bumi








SURABAYAPAGI, Surabaya - Siang itu, di ruangan multimedia SMP Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) 1 Surabaya, beberapa siswa dan murid dengan lantang bersenandung lagu "Bumi Tercinta.


Dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan alat rekaman seadanya, para siswa dan guru dari SMP YPPI 1 dan MTs Muhammadiyah bersatu padu dalam melodi lagu ciptaan Anik Prabowo.

"Rengkuhlah bumi tercinta, jaga kesuciannya, kita mesti bersama, satukan tekad kita" senandu para siswa dan murid

Kepala Sekolah SMP YPPI 1 Surabaya Dra. Titris Hariyanti Utami, M.Si saat ditemui Surabaya Pagi di ruangannya menjelaskan, lagu "Bumi Tercinta" akan dinyanyikan oleh siswa dan guru dari SMP YPPI 1 dan MTs Muhammadiyah Surabaya dalam gelaran konser virtual Hari Bumi sedunia (earth day) yang akan digelar pada 22 April 2021 mendatang.

"Lagu ini ciptaan guru SMP YPPI 1. Lagu ini akan dinyanyikan bersama oleh dua sekolah dengan latar belakang budaya yang berbeda," kata Titris Hariyanti, Selasa (20/04/2021).

Kolaborasi antara dua sekolah ini kata Titris, diharapkan menjadi katalisator dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat khususnya bagi para siswa, bahwa masalah lingkungan (climate change) merupakan masalah bersama dan bukan masalah kelompok atau golongan tertentu.

"Jadi ini merupakan implementasi kebhinekaan global yang sebenarnya (...) dengan konser virtual ini, diharapkan menjadi moment kepedulian lingkungan bersama. Kita bisa melewati batas-batas budaya itu. Karena bumi ini milik kita bersama, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?" katanya.

Di hari konser virtual dilaksanakan, para guru dan siswa juga akan menanam pohon secara simbolik di lingkungan sekolah. Tak hanya itu, siswa yang mengikuti konser virtual dari rumah juga diwajibkan untuk menanam pohon di rumahnya masing-masing.

"Jadi semua siswa wajib menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kami akan terus memantau, bagi siswa yang berhasil merawat pohon yang ditanam akan mendapatkan poin tambahan untuk mata pelajaran dengan topik ecological awareness," ucapnya.

Sementara itu, Kepala sekolah MTs Muhammadiyah Surabaya Drs. Supriyanto menjelaskan, di hari bumi yang jatuh pada 22 April, pihaknya selain menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan juga berupaya menumbuhkan jiwa tenggang rasa dan toleransi yang dibalut dengan kebhinekaan.

Mengingat tahun ini, peringatan Hari Bumi sedunia berbarengan dengan jalannya bulan suci Ramadhan maka MTs Muhammadiyah dengan segala upayanya mendukung dan mensupport konser virtual tersebut.

"Dari Muhammadiyah mengajak teman, sesama sekolah dengan karakter yang berbeda. Supaya di hari bumi kami dapat memperkenalkan kebhinekaan. Jadi kegiatan konser virtual yang diinisiasi oleh YPPI Kami support dengan baik dan kami dukung sepenuhnya," kata Supriyanto.

"Kami ingin menebar kebaikan khususnya di bulan Ramadhan ini, kami ingin memberikan pelajaran kebhinekaan yang baik kepada siswa," tambahnya.sem

 

Monday, April 19, 2021

Bumi Tercinta Kolaborasi Konser Virtual


SURABAYAPAGI, Surabaya - Siang itu, di ruangan multimedia SMP Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) 1 Surabaya, beberapa siswa dan murid dengan lantang bersenandung lagu "Bumi Tercinta. Dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan alat rekaman seadanya, para siswa dan guru dari SMP YPPI 1 dan MTs Muhammadiyah bersatu padu dalam melodi lagu ciptaan Anik Prabowo. "Rengkuhlah bumi tercinta, jaga kesuciannya, kita mesti bersama, satukan tekad kita" senandu para siswa dan murid.


Kepala Sekolah SMP YPPI 1 Surabaya Dra. Titris Hariyanti Utami, M.Si saat ditemui Surabaya Pagi di ruangannya menjelaskan, lagu "Bumi Tercinta" akan dinyanyikan oleh siswa dan guru dari SMP YPPI 1 dan MTs Muhammadiyah Surabaya dalam gelaran konser virtual Hari Bumi sedunia (earth day) yang akan digelar pada 22 April 2021 mendatang. "Lagu ini ciptaan guru SMP YPPI 1. Lagu ini akan dinyanyikan bersama oleh dua sekolah dengan latar belakang budaya yang berbeda," kata Titris Hariyanti, Selasa (20/04/2021).

Kolaborasi antara dua sekolah ini kata Titris, diharapkan menjadi katalisator dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat khususnya bagi para siswa, bahwa masalah lingkungan (climate change) merupakan masalah bersama dan bukan masalah kelompok atau golongan tertentu. "Jadi ini merupakan implementasi kebhinekaan global yang sebenarnya (...) dengan konser virtual ini, diharapkan menjadi moment kepedulian lingkungan bersama. Kita bisa melewati batas-batas budaya itu. Karena bumi ini milik kita bersama, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?" katanya.


Di hari konser virtual dilaksanakan, para guru dan siswa juga akan menanam pohon secara simbolik di lingkungan sekolah. Tak hanya itu, siswa yang mengikuti konser virtual dari rumah juga diwajibkan untuk menanam pohon di rumahnya masing-masing. "Jadi semua siswa wajib menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kami akan terus memantau, bagi siswa yang berhasil merawat pohon yang ditanam akan mendapatkan poin tambahan untuk mata pelajaran dengan topik ecological awareness," ucapnya.

Sementara itu, Kepala sekolah MTs Muhammadiyah Surabaya Drs. Supriyanto menjelaskan, di hari bumi yang jatuh pada 22 April, pihaknya selain menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan juga berupaya menumbuhkan jiwa tenggang rasa dan toleransi yang dibalut dengan kebhinekaan. Mengingat tahun ini, peringatan Hari Bumi sedunia berbarengan dengan jalannya bulan suci Ramadhan maka MTs Muhammadiyah dengan segala upayanya mendukung dan mensupport konser virtual tersebut.


"Dari Muhammadiyah mengajak teman, sesama sekolah dengan karakter yang berbeda. Supaya di hari bumi kami dapat memperkenalkan kebhinekaan. Jadi kegiatan konser virtual yang diinisiasi oleh YPPI Kami support dengan baik dan kami dukung sepenuhnya," kata Supriyanto. "Kami ingin menebar kebaikan khususnya di bulan Ramadhan ini, kami ingin memberikan pelajaran kebhinekaan yang baik kepada siswa," tambahnya.sem
 

Saturday, October 24, 2020

Pemanfaatan Smartphone dalam Pembelajaran dengan Rumah Belajar

 




Pemanfaatan Whats App penting di masa pandemi ini, bahkan untuk belajar. Teknologi semakin hari semakin berkembang dan menjadikan teknologi sebagai salah satu bagian penting bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah smartphone. Kemajuan teknologi tersebut, menimbulkan inovasi–inovasi pembelajaran yang mengubah banyak aspek dalam pendidikan. Smartphone merupakan salah satu dari teknologi komunikasi yang membantu manusia untuk mendapatkan informasi pembelajaran secara cepat bahkan melaluio whats app. Di samping untuk membantu mencari informasi sumber-sumber belajar, whats app juga berfungsi menyebarkan informasi tentang manfaat Rumah Belajar dalam pembelajaran, sehingga dengan berkembangnya kemajuan teknologi komunikasi, berkembang pula penggunaan smartphone untuk pembelajaran dan menyebarluaskan praktik baik pembelajaran dengan memanfaatkan Rumah Belajar.

Smartphone selain dapat digunakan untuk telepon dan pesan singkat seperti halnya telepon biasa, keberadaan smartphone di tengah laju globalisasi teknologi komunikasi dan informasi memiliki fenomena tersendiri bagi dunia pendidikan khususnya bagi siswa di kala pandemi ini, yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran. Kehadirannya yang menawarkan kecanggihan untuk dapat mengakses segala informasi lintas dunia dengan sangat cepat, mudah dan murah dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk pola belajar untuk meningkatkan prestasinya dengan berbagai fitur yang tersedia seperti jaringan akses internet yang menyediakan berbagai macam informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya, chatting atau percakapan singkat melalui whats app.

Di saat maraknya covid-19 siswa wajib belajar di rumah. Pola belajar di rumah merupakan salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh untuk memutus rantai penyevbaran virus Covid-19. Dalam pendidikan sering diketahui bahwa peserta didik mempunyai pola belajar yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, baik itu waktu belajar, gaya belajar, maupun kemampuan siswa menyerap pembelajaran. Setelah mengenal teknologi smartphone siswa dengan mudah mencari materi pelajaran dan menambah ilmu pengetahuannya sendiri dengan menggunakan aplikasi yang ada dalam smartphone dimana dan kapan saja. Salah satu manfaat smartphone adalah untuk belajar mempergunakan Rumah Belajar.






Pada saat MGMP Matematika di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, ada guru yang sudah memahami apa itu Rumah Belajar beserta pemanfaatannya, ada guru yang mengerti Rumah Belajar, namun belum mengenal pemanfaatannya, dan ada pula yang belum mengetahui Rumah Belajar. Ada guru yang menganggap Rumah Belajar hanya bisa diakses di web dan share screen saat pembelajaran tatap muka maya dengan siswa di masa pandemi ini, dan ada pula yang tidak mengetahui pemanfaatannya. Dengan memanfaatkan whas app, sebenarnya guru dapat membagikan link materi yang ada di rumah belajar, siswa tinggal klik, dan akan langsung terhubung dengan Rumah Belajar, tanpa harus tatap muka maya. Pemanfaatan Rumah Belajar dalam pembelajaran bisa disajikan dengan smartphone tanpa harus menggunakan piranti lain yang memberatkan siswa. Sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah. Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja dengan Rumah Belajar.