Petuah

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ "Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan" - Imam Syafi'i ___ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ Al Mujadalah ayat 11: Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat

Tuesday, August 22, 2023

Fasilitas MTs Muhammadiyah 19 Surabaya


















 

Akreditasi MTs Muhammadiyah 19 Surabaya





Akreditasi lembaga pendidikan adalah proses penilaian dan pengakuan resmi yang dilakukan oleh lembaga atau badan independen untuk mengevaluasi kualitas pendidikan yang disediakan oleh suatu lembaga pendidikan. Tujuan utamanya adalah untuk menilai sejauh mana lembaga pendidikan tersebut memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam berbagai aspek, seperti kurikulum, sarana prasarana, tenaga pengajar, manajemen sekolah, dan proses pembelajaran.

Proses akreditasi ini mencakup evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh tim penilai independen yang terdiri dari ahli pendidikan. Mereka melakukan kunjungan ke lembaga pendidikan, menganalisis dokumen, mengamati proses pembelajaran, dan melakukan wawancara dengan staf pengajar, siswa, serta pihak terkait lainnya.

Tujuan akreditasi lembaga pendidikan antara lain:
1. Menjamin Kualitas Pendidikan: Proses akreditasi bertujuan untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan memberikan standar pendidikan yang tinggi kepada siswa.
2. Pengakuan dan Legitimasi: Akreditasi memberikan pengakuan resmi kepada lembaga pendidikan sebagai lembaga yang memenuhi standar pendidikan yang ditetapkan.
3. Mendorong Peningkatan Berkelanjutan: Melalui evaluasi dan rekomendasi yang diberikan dalam proses akreditasi, lembaga pendidikan diberi arahan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan berkelanjutan.
4. Memberikan Informasi kepada Publik: Hasil akreditasi biasanya dipublikasikan dan dapat menjadi referensi bagi orang tua, siswa, dan masyarakat umum untuk memilih lembaga pendidikan yang sesuai.
5. Memfasilitasi Kerjasama: Akreditasi juga dapat menjadi syarat atau memfasilitasi kerjasama dengan lembaga pendidikan lain, pemerintah, atau entitas lainnya.

Proses akreditasi ini dapat berbeda di setiap negara, dan seringkali dikelola oleh badan atau lembaga independen yang memiliki wewenang untuk melakukan evaluasi dan memberikan status akreditasi kepada lembaga pendidikan.

Diskusi Kelompok Siswa






Diskusi kelompok memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi siswa. Berikut beberapa di antaranya:
1. Pembelajaran Kolaboratif:Sharing Pengetahuan: Diskusi memungkinkan siswa saling berbagi informasi, pengalaman, dan pengetahuan yang mereka miliki.
Perspektif yang Beragam: Masing-masing siswa dapat membawa perspektif unik mereka ke dalam diskusi, memperkaya pemahaman kolektif atas topik yang dibahas.
2. Pengembangan Keterampilan Sosial:Kemampuan Komunikasi: Siswa belajar untuk menyampaikan pendapat, bertanya, dan menyimak pandangan orang lain, yang meningkatkan kemampuan komunikasi mereka.
Kerja Tim: Diskusi kelompok membangun keterampilan bekerja sama dalam tim, saling mendukung, dan berkolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.
3. Pemecahan Masalah dan Pemikiran Kritis:Pemecahan Masalah Kolaboratif: Memperluas cara pandang dalam memecahkan masalah dengan mendengar pendapat dari berbagai sumber.
Pemikiran Kritis: Siswa diajak untuk berpikir kritis saat mereka harus merespons, mengevaluasi, dan mempertahankan argumen mereka dalam diskusi.
4. Peningkatan Pengertian Materi:Memperdalam Pemahaman: Dengan berdiskusi, siswa dapat membantu satu sama lain untuk memahami materi yang sulit dengan penjelasan atau contoh yang lebih mudah dipahami.
Klarifikasi Konsep: Diskusi memungkinkan siswa untuk mengklarifikasi konsep yang mungkin mereka tidak pahami sepenuhnya.
5. Mendorong Keterlibatan dan Kepedulian:Partisipasi Aktif: Diskusi kelompok dapat meningkatkan partisipasi siswa, memberikan kesempatan bagi siswa yang biasanya lebih pendiam untuk berbicara.
Kepedulian Sosial: Siswa belajar untuk mendengarkan dan peduli terhadap pandangan orang lain, memperluas empati dan pemahaman mereka terhadap perspektif yang berbeda.

Diskusi kelompok memberikan platform bagi siswa untuk belajar dari satu sama lain, mengembangkan keterampilan sosial, memperdalam pemahaman, dan mendorong pemikiran kritis. Hal ini mendukung proses pembelajaran yang lebih dinamis dan interaktif.

Lomba 17 Agustus an




 
Lomba yang diadakan sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan memiliki beberapa manfaat penting:
1. Semangat Patriotisme:Mempererat Rasa Bangga akan Negara: Lomba peringatan kemerdekaan dapat meningkatkan semangat patriotisme, mengingatkan pada nilai-nilai dan makna pentingnya kemerdekaan bagi sebuah negara.
2. Pendidikan Sejarah dan Budaya:Pengenalan Sejarah dan Budaya: Lomba-lomba semacam ini seringkali mempertemukan siswa dengan sejarah dan budaya negara mereka, memperdalam pemahaman mereka akan perjuangan dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
3. Pengembangan Keterampilan:Pengembangan Kreativitas: Lomba dapat menjadi wadah untuk mengasah kreativitas siswa dalam berbagai bidang seperti seni, tulisan, drama, dan lainnya yang terkait dengan tema kemerdekaan.
Keterampilan Kompetitif: Kompetisi sehat dalam lomba dapat mendorong siswa untuk meningkatkan keterampilan mereka, baik itu dalam hal penulisan, presentasi, atau keterampilan lainnya sesuai dengan jenis lomba yang diadakan.
4. Meningkatkan Keterlibatan Sosial:Rasa Solidaritas: Lomba peringatan kemerdekaan dapat menghadirkan suasana yang mempersatukan, memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan dalam komunitas sekolah atau masyarakat.
Membangun Kolaborasi: Keterlibatan dalam lomba memungkinkan siswa untuk bekerja sama, berkolaborasi, dan membangun jaringan sosial yang kuat.
5. Merayakan Nilai-Nilai Kemerdekaan:Memperingati Makna Kemerdekaan: Lomba-lomba tersebut adalah cara yang baik untuk merayakan dan mengenang pentingnya kemerdekaan, serta menghargai perjuangan pahlawan yang telah berjuang untuk meraihnya.

Lomba peringatan kemerdekaan bukan hanya acara kompetisi semata, tetapi juga merupakan upaya untuk memperkokoh nilai-nilai patriotisme, pendidikan sejarah, pengembangan keterampilan, serta merayakan makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam kemerdekaan.

Monday, May 29, 2023

Halal Bi Halal






 Silaturahmi saat lebaran memiliki beragam manfaat yang melampaui sekadar pertemuan sosial. Beberapa manfaatnya antara lain:

1. Mempererat Hubungan Sosial:

  • Membangun Kembali Koneksi: Silaturahmi saat lebaran menjadi kesempatan untuk bertemu dengan keluarga, teman, atau tetangga yang mungkin jarang terhubung sepanjang tahun.
  • Menguatkan Hubungan: Pertemuan ini membantu memperdalam ikatan emosional antara individu dan kelompok dalam lingkungan sosial mereka.

2. Meningkatkan Kebersamaan dan Solidaritas:

  • Menghadirkan Rasa Keterikatan: Silaturahmi membawa rasa persaudaraan yang lebih kuat, memperkuat rasa kebersamaan dalam lingkungan keluarga atau komunitas.
  • Membangun Rasa Solidaritas: Pertemuan ini juga membantu dalam membangun rasa solidaritas dan saling mendukung antaranggota keluarga atau komunitas.

3. Membangun Kerukunan dan Kedamaian:

  • Mengurangi Ketegangan: Silaturahmi dapat mengurangi potensi konflik atau ketegangan yang mungkin terjadi dalam lingkungan sosial.
  • Mendamaikan Hubungan: Ini adalah kesempatan baik untuk memulai kembali hubungan yang mungkin telah tegang atau terputus.

4. Menjaga Tradisi dan Kebudayaan:

  • Mempertahankan Nilai-Nilai Tradisional: Silaturahmi saat lebaran membantu mempertahankan tradisi saling mengunjungi yang telah menjadi bagian dari budaya lebaran di masyarakat.
  • Pembelajaran dan Peningkatan Nilai-Nilai Kemanusiaan: Melalui silaturahmi, nilai-nilai seperti penghargaan, keramahan, dan kebaikan hati diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

5. Menyebarkan Kebahagiaan dan Kesenangan:

  • Meningkatkan Suasana Positif: Pertemuan yang penuh kebahagiaan dan kesenangan dianggap sebagai cara yang baik untuk merayakan momen penting dalam kehidupan.
  • Membangkitkan Semangat Kebersamaan: Silaturahmi menyebarkan semangat positif, kegembiraan, dan keceriaan dalam keluarga dan komunitas.

Dalam konteks sosial dan budaya, silaturahmi saat lebaran bukan hanya sebagai pertemuan rutin, melainkan juga sebagai momen untuk membangun hubungan, memelihara tradisi, dan memperkuat rasa persatuan dalam masyarakat.

Ruang Kelas Yang Nyaman







 Ruang kelas yang nyaman dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa. Beberapa elemen penting untuk menciptakan ruang kelas yang nyaman antara lain:

1. Tata Letak yang Efisien:

  • Penataan Furniture: Susun furniture seperti meja, kursi, dan peralatan belajar dengan tata letak yang memungkinkan siswa berinteraksi dengan mudah dan membuat ruang gerak yang cukup.
  • Tata Cahaya dan Ventilasi: Pastikan ruang kelas terang dan memiliki ventilasi yang baik agar udara segar masuk, menciptakan lingkungan yang nyaman untuk belajar.

2. Estetika dan Dekorasi:

  • Warna yang Menenangkan: Pilih warna-warna yang menenangkan dan tidak terlalu mencolok untuk dinding atau dekorasi ruang kelas.
  • Dekorasi yang Mendukung Pembelajaran: Gunakan dekorasi yang relevan dengan mata pelajaran atau topik yang sedang dipelajari agar siswa lebih terhubung dengan lingkungan belajar mereka.

3. Suasana yang Mendukung Konsentrasi:

  • Pengurangan Gangguan: Pastikan ruang kelas bebas dari gangguan eksternal seperti kebisingan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar.
  • Ruangan Terkelola dengan Baik: Tetap menjaga kebersihan dan keteraturan ruang kelas agar siswa tidak terganggu oleh kekacauan.

4. Fleksibilitas dalam Pembelajaran:

  • Penggunaan Furniture yang Fleksibel: Furniture yang bisa diatur atau dipindahkan dengan mudah memungkinkan ruang kelas disesuaikan dengan kegiatan belajar yang berbeda-beda.
  • Ruangan yang Bersahabat untuk Kolaborasi: Ciptakan ruang yang mendukung diskusi, kerja kelompok, dan kolaborasi antar siswa.

5. Ketersediaan Sumber Belajar:

  • Sumber Daya yang Lengkap: Pastikan ada sumber daya pembelajaran yang memadai seperti buku, alat-alat peraga, dan teknologi yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran.

6. Keterlibatan Siswa dalam Pengaturan Ruang Kelas:

  • Partisipasi Siswa: Melibatkan siswa dalam pengaturan ruang kelas bisa memberikan mereka rasa memiliki terhadap lingkungan belajar mereka.

Dengan menciptakan ruang kelas yang nyaman dan menarik, siswa dapat lebih fokus pada pembelajaran, merasa lebih terhubung dengan lingkungan belajar, dan meningkatkan motivasi serta konsentrasi mereka.

Tuesday, February 7, 2023

Kunjungan Kepala SMP YBPK 1 Surabaya

Senin, 15 Januari 2023, Kepala SMP YBPK 1 Surabaya berkunjung . Produktivitas sekolah menjadi sangat penting dan suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Karakteristik sekolah yang produktif dapat dilihat dari bentuk dan sifat organisasi sekolah yang dapat memberikan peluang berupa peningkatan jumlah dan kualitas kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.

Sekolah produktif yang menjadi misi sekolah di antaranya prestasi yang tinggi dan suasana yang menyenangkan. Prestasi dapat dilihat dari sudut lulusan yang banyak, berkualitas tinggi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk menghasilkan produktivitas sekolah yang baik tentu saja ada banyak faktor yang mempengaruhi sekolah, diantaranya ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, motivasi kerja guru, lingkungan sekolah yang kondusif, pelaksanaan supervisi kepala sekolah yang rutin, akreditasi sekolah, dan sebagainya. Dari beberapa faktor tersebut, penulis memandang faktor akreditasi sekolah merupakan salah satu faktor yang dominan. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan akreditasi sekolah mencakup berbagai bidang penilaian, yakni kurikulum dan proses belajar-mengajar, manajemen sekolah, kelembagaan sekolah, sarana dan prasarana, tenaga pendidik, peserta didik, peran serta masyarakat dan kultur sekolah. Karena mencakup berbagai komponen itulah maka keberadaan akreditasi sekolah merupakan salah satu faktor yang turut berpengaruh terhadap meningkatnya produktivitas sekolah.


 

ORI Campak dan Difteri





 



Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) putaran pertama sebagai upaya pengendalian KLB Difteri telah dilaksanakan di Wilayah Cipayung bersama Tim Puskesmas merupakan jadwal putaran ORI Campak dan Difteri.

Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian akibat obstruksi larings atau miokarditis akibat aktivasi eksotoksin. Pada Kejadian Luar Biasa (KLB), selain difteri farings, tonsil, dan larings, telah pula dilaporkan terjadinya difteri hidung dan difteri kulit.

Difteri sangat menular melalui droplet dan penularan dapat terjadi tidak hanya dari penderita saja, namun juga dari karier (pembawa) baik anak maupun dewasa yang tampak sehat kepada orang-orang di sekitarnya.

Kejadian luar biasa yang terjadi di Jawa Timur dan secara sporadik di daerah lain (Pontianak dan Banjarmasin) merupakan indikator bahwa program imunisasi nasional tidak mencapai sasaran. Oleh karena itu, dalam menghadapi dan mengatasi masalah difteri, kita harus memperbaiki pelaksanaan program imunisasi secara menyeluruh. Hal tersebut penting untuk mendapat perhatian yang serius dari semua kalangan kesehatan.